Saturday, June 10, 2006

being happy

MERENTAS JALAN KEBAHAGIAAN
Bahagia? Setiap kita mempunyai arti sendiri mengenai kata bahagia. Ada yang mengartikan bahagia ketika semua keinginannya tercapai, bahagia jika bisa membuat orangtua senang, bahagia jika masuk surga, dan lain-lain. Demi satu kata ini orang mau melakukan apa saja. Untuk bahagia secara duniawi, manusia bisa menghalalkan segala upaya dan menggadaikan jiwanya pada iblis.
Ibnul Qayyim mengatakan bahwa sumber kebahagiaan hidup adalah Allah. Bersama dengan Allah segala sesuatu yang kita jalani akan menjadi kebahagiaan, tidak peduli apakah itu kesulitan ataupun kemudahan. Kesulitan dan kesedihan sebesar apapun akan hilang dengan kesabaran dan ikhtiar tiada henti. Bersabar mengajarkan kita untuk memandang ujian dengan cara yang benar. Ujian bukan untuk diratapi, dijadikan alasan kemarahan dan pelarian diri. Namun ia ada untuk diambil hikmahnya, membersihkan dosa “ tidak ada sesuatu yang menimpa seorang muslim baik itu berupa kesedihan, gundah gulana, keletihan, penderitaan atau tertusuk suri sekalipun, kecuali pasti Allah menghapus dengannya dosa-dosanya ( HR. Bukhari)” dan meninggikan posisi kita dimata Allah “Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan) QS. 84:19.
Menanamkan sabar akan memberikan ketenangan jiwa. Ketenangan bahwa kita tidak sendiri, Allah mendukung sepenuhnya dan segala tangis pedih akan digantikan dengan surga, balasan yang lebih baik dari dunia dan segala isinya. Tidak murah bukan, Allah membeli kesabaran kita? Maka tingkatkan kualitas kesabaran yang bersih dari keluh kesah.
Jika sabar sudah kita maknai maka tinggal ikhtiar yang harus kita penuhi. Berusaha dengan sungguh-sungguh untuk bangkit dari keterpurukan dan mengatasi ujian. Jangan pernah berputus asa terhadap kesulitan yang menghadang, karena pertolongan Allah begitu dekat. Kadang diri kita sendiri lah yang mendorong kita untuk berputus asa dan larut dalam kesedihan, bukan hidup yang lantas mendorong kita kearah sana. Menenggelamkan diri dalam keputus asaan pada akhirnya akan membuat keputus asaan menjadi zona nyaman kita. Sudikah kita menjadi orang-orang yang gagal? Tentu tidak. Untuk itu jangan pernah berhenti berjuang dan meneteskan segenap peluh dan tangis. Setelah itu, biarkan Allah menilai segala upaya yang telah kita lakukan.
Ujian yang datang tidak hanya berupa kesulitan namun juga tersamar dengan diberikannya kemudahan. Begitu banyak kelapangan, kenikmatan, kemudahan yang luput kita syukuri. Melalui kenikmatan hidup, Allah hendak menguji kita, sejauh mana rasa syukur itu selalu kita lantunkan. Sudah berapa banyak yang kita syukuri hari ini, jam ini, menit ini dan detik ini? Kadang kita terlalu sibuk mencari kebahagiaan, sampai melupakan bahwa sumber kebahagiaan sejati lataknya ada di jiwa kita, bukan pada hal materi semata. Merasa cukup dengan yang Allah berikan, akan membuat jiwa kita tenang. Bersama dengan Allah segala sesuatu yang kita dapatkan menjadi lebih nikmat. Dan kenikmatan itu hanya akan menjadi kesedihan jika tidak dimaknai bersama Allah, jika kita tidak mensyukurinya. Selalu lipatgandakan kebahagiaan kita dengan bersyukur. Namun, merasa cukup dengan yang Allah berikan, tidak lantas menahan kita untuk berusaha lebih. Bersyukur dengan rizki yang diberikan, tidak lantas menghambat kita untuk berusaha membuka peluang rizki yang lebih baik. Begitulah, ikhtiar yang akan selalu menyertai sabar dan syukur kita.
Mari terus tingkatkan sabar dan syukur kita dan raih kebahagiaan hanya bersama dengan Allah. Karena sebenarnya kebahagiaan dapat mudah kita raih ketika diri kita menginginkan dan berusaha untuk bahagia.








Monday, February 20, 2006

Rizki

Salah satu penyebab melemahnya iman adalah takut miskin rizki, itu kata tetehku dulu. Dan ternyata memang benar. Lihat saja kondisi sekarang, dengan alasan untuk makan, manusia rela berbuat apa saja. Mereka merampok, mencuri, membunuh, menipu.Jangankan menggadaikan iman, hidup mereka sendiri pun ikut tergadaikan. Jadi, jangan heran kalau moral orang Indonesia memang sangat menyedihkan.

Dulu sih, sempet sombongnya berpikir, ngga mungkin rasa takut ngga kebagian rizki muncul. Tapi pas kemaren-kemaren, rasa ini sempet berdesir-desir di hati. Gimana ngga, temenku udah megang tiga kelas les, sementara aku baru satu kelas. Setiap dia cerita tentang kelas-kelasnya, I'm just smiling, dan berusaha ngeyakinin diri kalo Allah maha Adil.

Kata Sabar emang jadi senjata ampuh disetiap ujian hidup, termasuk ujian untuk ngga ngiri. Dan, ternyata, alhamdulillah, ada hasilnya. Sekarang, ada 2 kelas yang aku pegang, sebenernya sih tiga kelas, cuman yang 2 kelas digabung jadi satu.

Kita memang ngga usah takut miskin rizki, asal terus menyempurnakan ikhtiar, berdoa dan bersabar, insyaAllah ada jalan keluar. Ya mudah-mudahan mengerjakannya semudah membicarakannya,.....

Thursday, February 09, 2006

tips sehat

Langkah Mudah Detoks Alami

Sampai kini masih banyak orang yang tidak yakin bahwa air bisa dijadikan sarana penyembuhan. Padahal, menurut Prof.S. Periasamy DIM dan D.ACC. Bohiraj Vedante Maharish Charity dari Kantha Health Anda Research Center, Karur, India, berbagai keluhan semisal sakit kepala, asma, darah tinggi, kencing manis, penyakit mata, rematik, batu ginjal, haid tidak teratur, kegemukan, leukemia, batuk, radang tenggoro, sembelit, dan lain-lain bisa sembuh dengan terapi air.

Bagaimana air bekerja sehingga bisa menyehatkan tubuh? Menurut keyakinan dari India tersebut, minum air biasa dengan metode yang benar bisa memurnikan tubuh manusia. Saat tubuh digelontor banyak air, usus besar bekerja lebih efektif dengan cara membentuk darah baru, dalam istilah medis dikenal sebagai aematopaises.

Dalam proses mucousal fold (proses penghancuran bahan yang masuk pencernaan), usus besar dan usus kecil diaktifkan. Demikian juga darah segar yang baru juga diproduksi oleh mucousal fold pada saat gelontoran air terjadi. Mekanisme ini bisa membersihkan usus. Dengan usus bersih, gizi makanan mudah diserap.

Gizi makanan itu diubah menjadi darah baru. Darah merupakan hal paling penting dalam menyembuhkan penyakit dan memelihara kesehatan. Karena itu, air hendaknya dikonsumsi secara teratur.
Berikut langkah mudah detoksasi alami:

Minum air
Awalnya mungkin terasa sulit minum 1,5 liter air sehari. Mulailah dengan minum empat gelas dulu, diminum dua gelas. Lalu, yang dua gelas lagi diminum dua menit kemudian. Awalnya Anda akan buang air kecil dua sampai tiga kali dalam tiga jam, tetapi setelah beberapa lama, akan normal kembali.

Perubahan diet.
Untuk membuang seluruh sisa racun tentuk tak cukup dengan asupan air yang cukup, tetapi perlu perubahan diet dengan fokus pada bahan makanan yang lebih alami. Makanan instan pasti mengandung bahan kimia dan pengawet yang tidak seharusnya berada dalam tubuh. Kebanyakan dari jenis makanan tersebut tidak mengandung nilai nutrisi sama sekali.

Sebagai pilihan diet untuk mereka yang kelebihan berat badan, konsumsi air putih harus ditambah satu gelas setoap11 kg kelebihan berat badan. Contohnya tinggi badan dikurangi 110, berat badan ideal 50 kg. Nah, karena overweight, berat badan sekitar 75 kg. Kalau mengikuti aturan minum air putih tadi, ANda seharusnya minum paling sedikit 10 gelas (8 ditambah 2) air putih dalam sehari.

Tidur cukup
Sebagian besar orang membutuhkan tidur 6-8 jam sehari tiap malamnya, untuk memberikan kesempatan bagi tubuh beristirahat dan segar kembali. Jadi, cobalah tidur lebih awal beberapa kali dalam seminggu. Ingatlah untuk minum segelas air sebelum dan sesudah bangun tidur.

Perawatan kulit
Ketika Anda lalai merawat tubuh, kulit akan menunjukkan akibatnya. Dengan detoksifikasi, kulit akan kembali sehat, sehingga tampak lebih bersinar dan segar. Sesekali, untuk menghasilkan kulitwaajah yang lebih "wah", semprotkan facial spray. Hal ini akan menstimulasikan aliran darah ke wajah.

OLahraga teratur
Berolahraga akan membantu tubuh Anda berada dalam kondisi siap "perang" terhadap penyakit dan tentu saja akan membantu tubuh tetap sehat dan bugar. Lakukan olahraga sesuai kemampuan. Sesuaikan takaran latihan dengan kemampuan fisik Anda.

Sumber: Solusisehat.net

Wednesday, February 08, 2006

Wah dah lama banget ga nulis di blog tercinta ini, biasa sok sibuk dengan tugas-tugas rutin. Sebenernya sekarang aktivitas juga ga banyak, ppl dah selesai, kuliah juga ga ada lagi, jadi sekarang fokus di penyusunan skripsi. Tadinya sempet bingung kalo nanti udah ga banyak aktivitas lagi. Tapi ternyata biasa aja tuh. Ga perlu bingung kalo dah ga banyak aktivitas lain, insyaAllah lahan lain menuntut peran kita.

Sekarang juga jarang kekampus. Ya walaupun ke kampus, sekarang kampus sepi banget. Bukan karena ga ada orangnya. Tapi semua temen-temenku dah pada jarang ke kampus, teteh-teteh juga ga ada lagi. Lagian mana ada yang mau jadi mahasiswa abadi, jadi ya wajar lah. Cukup kayaknya deh

Thursday, October 13, 2005

ppl

Guess what !! I'm doing PPL now ..... Few weeks ago I asked some comments and suggestions from my students of my teaching style....these are the comments and suggestions

Comments: Ngomongnya kurang keras, kalo bisa ampe pita suaranya putus
Suggestion : Ms. Kla harus tambah imoet
Com. : Bu klo ngomong teh jgn nyorocos wae jgn pake B.Inggris wae. TEU NGARTI!!!
Sugg. : Pertahankan suara ibu yang lantang itu Saya suka dgn suara yg jelas. Dan jgn pilih kasih Oceeeh!!!
Com. : Ibu..Ibu telah menyakiti hatiqu... '_' Harusnya ibu nunjuk aja yg mau, jangan yang gak mau, ntar kasian Hokcay di depan kelas
Sugg. :I think miss must be a good teacher. And I know you can become that!
Com. : Miss, kalau saya nanya tolong di jawab ya, soalnya suka gak diperhatiin
Sugg. : Miss harus tambah cuantik, baik dan manis. Don't forget me, miss yang stereo
Com. : Buat ibu mmmm...suaranya stereo pisan!!! full folume...yang ngantuk jadi ga ngantuk lagi!!!
Sugg. : Semoga sukses jadi guru beneran bukan PPL
Comm. :Ibu, kemaren hanrian maju kedepan, kasih nilai + dong (nomer 17)

Friday, September 30, 2005

Ar Royyan

"Di surga terdapat sebuah pintu yang diberi nama "Ar Royyan" hanya orang-orang berpuasa yang akan masuk surga melalui pintu itu. Apabila mereka semua telah masuk, pintu ditutup kembali, sehingga tiada seorang pun selain mereka yang dapat masuk melalui pintu tersebut...
(HR. Bukhari- Muslim)


"Kla...bulan Ramadhan pintu Arroyyan dibuka tuh, pintu rumah kamu..."
" Aaahhh.....teteh....
(Penggalan percakapan di PKM pagi tadi, saat acara Tarhib Ramadhan)

Hampir setahun lebih, rumah kontrakan kami diberi nama arroyyan. Sebelumnya pusing juga sih, nyari nama yang tepat buat rumah kami ini. Akhirnya, ima mengusulkan nama ar Royyan, yang diambil dari nasyidnya IZZIS ( judul nasyidnya entah, aku lupa). Sebenernya berat banget masang nama ini di rumah kami. InsyaAllah nama Ar Royyan bisa jadi doa buat penghuni Ar Royyan supaya rajin shaumnya.

Dulu Ar Royyan sering banget dipake buat acara-acara. Soalnya, ruang tamunya bisa muat banyak orang. Pernah beberapa penghuni Ar Royyan mengeluhkan acara yang mendadak diadakan di Ar Royyan, sementara kitanya belum siap, sehingga harus buru-buru mengungsi kekamar. Tapi sekarang, karena Ar Royyan sudah pindah kerumah yang lebih kecil namun nyaman. Ar Royyan jarang digunakan. Sempet ngerasa kehilangan juga, dan pengen balik ke Ar Royyan yang dulu. Penghuni ArRoyan pindah karena kita malas untuk menyeleksi dan mencari siapa aja yang boleh masuk(Ini karena teh Roel dah pulang ke Rangkas dan roommate nya pindah ke Cimahi). Dan yang paling penting adalah karena sewa rumah naik. Yaa...sudahlah, yang penting Ar Royyan masih tetep ada.

Sunday, September 25, 2005

Yang manakah Anda?

My friend Leli sent me this message

YANG MANAKAH ANDA?

Seorang anak mengeluh pada ayahnya tentang hidupnya yang sulit. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa dan ingin menyerah saja. Ia lelah berjuang. Setiap saat satu persoalan terpecahkan, persoalan yang lain muncul. Ayahnya, seorang juru masak, tersenyum dan membawa anak perempuannya ke dapur. Ia lalu mengambil tiga buah panci, mengisinya masing-masing dengan air dan meletakkannya pada kompor yang menyala.

Beberapa saat kemudian air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama, ia memasukkan wortel. Lalu, pada panci kedua ia memasukkan telur. Dan, pada panci ketiga ia memasukkan beberapa biji kopi tumbuk. Ia membiarkan masing-masing mendidih. Selama itu ia terdiam seribu bahasa. Sang anak menggereget gigi, tak sabar menunggu dan heran dengan apa yang dilakukan oleh ayahnya. Dua puluh menit kemudian, sang ayah mematikan api. Lalu menyiduk wortel dari dalam panci dan meletakkanya pada sebuah piring. Kemudian ia mengambil telur dan meletakkanya pada piring yang sama. Terakhir ia menyaring kopi yang diletakkan pada piring itu juga.

Ia lalu menoleh pada anaknya dan bertanya, "Apa yang kau lihat, nak?" "Wortel, telur, dan kopi, " jawab sang anak. Ia membimbing anaknya mendekat dan memintanya untuk memegang wortel. Anak itu melakukan apa yang diminta dan mengatakan bahwa wortel itu terasa lunak. Kemudian sang ayah meminta anaknya memecah telur. Setelah telur itu dipecah dan dikupas, sang anak mengatakan bahwa telur rebus itu kini terasa keras. Kemudian sang ayah meminta anak itu mencicipi kopi. Sang anak tersenyum saat mencicipi aroma kopi yang sedap itu.

"Apa maksud semua ini, ayah?" tanya sang anak. sang ayah menjelaskan bahwa setiap benda tadi telah mengalami hal yang sama, yaitu direbus dalam air mendidih, tetapi selepas perebusan itu mereka berubah menjadi sesuatu yang berbeda-beda. Wortel yang semula kuat dan keras, setelah direbus dalam air mendidih, berubah menjadi lunak dan lemah. Sedangkan telur, sebaliknya, yang semula mudah pecah, kini setelah direbus menjadi keras dan kokoh. Sedangkan biji kopi tumbuh berubah menjadi sangat unik. Biji kopi, setelah direbus, malah mengubah air yang merebusnya itu. "Maka, yang manakah dirimu?" tanya sang ayah pada anaknya. "Di saat kesulitan menghadang langkahmu, perubahan apa yang terjadi pada dirimu?
Apakah kau menjadi sebatang wortel, sebutir telur atau biji kopi?"