Olvin
Guess what.... tadi aku mulai ngajar lagi. Seneng banget pas tahu olvin, satu-satunya murid perempuanku, tidak jadi mengundurkan diri. Aku ingat ketika membereskan buku-buku dan menemukan buku putihnya yang terbawa olehku. Air mataku hampir menetes, membuka buku putihnya yang berisi cerita dan gambarnya tentangku.Saat kami bertemu, ia langsung mencium tanganku dan bertanya " eh Miss, gimana kabarnya?" Dan mengalirlah cerita singkatku mengenai kkn. Saat kutanyakan mengenai ejekan irfan, ia hanya menjawab "masih". Irfan, anak laki-laki itu masih saja mengejek dirinya.
Kelas pun berlangsung dengan gaduh seperti biasanya, masih sulit mengkondisikan mereka, sempat kutangkap mata-mata yang kehilangan semangat belajar. Tapi, tetap kuhirup semangat untuk mengajar mereka.
Menjelang istirahat, tiba-tiba Olvin mengambil sesuatu dari tasnya kemudian ia memegang tanganku dan berkata "Miss, tutup matanya" dan ia mencoba memasangkan sebuah cincin perak yang pudar warnanya ke jari manisku. Olvin, ia memberikan cincin kepadaku! Haru menyeruak di dadaku. Aku mencoba menolak cincin pemberiannya, namun ia tetap menaruh cincin itu ditanganku. Akhirnya aku menerima cincin pemberiannya dan memberikan Olvin sebuah pin merah kecil.
I love her so ......

0 Comments:
Post a Comment
<< Home